Jakarta – Pengurus Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) saat mengunjungi pabrik pesawat di dalam Seattle, Amerika Serikat, menggandeng Boeing untuk berkolaborasi memajukan sektor penerbangan pada Tanah Air

Dalam kunjungan yang mana dipimpin oleh Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja juga melakukan rapat tertutup dengan Vice President, Global Strategic Initiatives Commercial Sales & Marketing Boeing Commercial Airplanes, John Bruns membicarakan skema perusahaan baru untuk Boeing masuk ke Indonesia.

“Kolaborasi antara INACA dan juga Boeing sangat penting dikarenakan Indonesia yang siap menjadi perekonomian terbesar keempat secara global pada tahun 2045, berupaya meningkatkan sektor penerbangannya,” kata Denon dalam keterangan di area Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan hal itu juga dijalani pembicaraan terkait pembiayaan pesawat Boeing untuk operator pada Indonesia. Kemitraan ini bertujuan untuk memanfaatkan keahlian serta kemajuan teknologi Boeing yang dimaksud luas dalam pembuatan, pemeliharaan, juga pelatihan pilot pesawat untuk memperkuat pertumbuhan pesat industri penerbangan Indonesia.

Dijelaskan juga oleh pria yang digunakan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan bahwa dengan menggabungkan kekuatan, INACA serta Boeing diharapkan dapat membuka jalan bagi konstruksi berkelanjutan, menegaskan perjalanan udara yang tersebut aman dan juga efisien serta memaksimalkan prospek sektor ekonomi yang digunakan ada dalam depan untuk Indonesia.

“Pertemuan penting ini bertujuan untuk menggerakkan kolaborasi kemudian mendiskusikan kemungkinan pertumbuhan serta pengembangan bersama, sehingga semakin memperkuat kemitraan antara Boeing lalu industri penerbangan Indonesia,” katanya.

Vice President, Global Strategic Initiatives Commercial Sales & Marketing Boeing Commercial Airplanes, John Bruns menyatakan bahwa Indonesia sangat penting serta berpengaruh terhadap Boeing, mengingat industri penerbangannya yang mana sangat besar juga terus tumbuh.

Bruns mengatakan pertemuan INACA kemudian Boeing dalam Seattle menunjukkan kesamaan visi juga tekad untuk memajukan industri penerbangan kedua belah pihak. "Dengan kolaborasi ini diharapkan dengan ini akan bisa saja mengidentifikasi juga menavigasi potensi baru, mengatasi tantangan, kemudian memberikan layanan yang digunakan lebih banyak baik kepada calon penumpang para maskapai dari anggota INACA," katanya.

Sekjen INACA, Bayu Sutanto mengatakan bahwa dalam pertemuan yang disebut juga mendiskusikan kelanjutan terkait sustainable aviation fuel (SAF) dan juga green aviation yang mana sebelumnya pernah dijalani pembicaraan di dalam Bangkok Asean Summit.

“SAF merupakan salah satu concern dari INACA, di area mana dalam kepengurusan 2023-2025 juga mempunyai program terkait peningkatan green aviation juga SAF di area Indonesia dalam rangka berperan serta membangun dunia yang tersebut tambahan baik kemudian lebih tinggi sehat untuk anak cucu kita,” katanya.

Dalam kunjungan itu juga mengambil bagian serta Wakil Ketua Umum 1 Arif Wibowo, Sekjen Bayu Sutanto, Wakil Sekjen Capt Dharmadi, Dewan Pakar Alvin Lie, Dewan Pakar Andre Rahadian beserta pengurus lalu anggota INACA. Anggota INACA yang dimaksud turut serta di area antaranya berasal dari maskapai penerbangan berjadwal seperti Garuda juga TransNusa, non berjadwal seperti Airfast, serta maskapai kargo seperti My Indo Airlines.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *