Tentu ini bukan kuat hanya sekali pada daerah cuma tapi perlu dukungan (anggaran) pemerintah pusat

Denpasar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merancang pengerjaan jalan baru dengan panjang sekitar enam kilometer untuk mengurai kemacetan di area kawasan Pelabuhan Sanur, Denpasar sebagai salah satu akses utama penyeberangan ke Pulau Nusa Penida.

“Tentu ini tidak ada kuat semata-mata pada daerah semata tapi perlu dukungan (anggaran) pemerintah pusat,” kata Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya pada sela peninjauan Pelabuhan Sanur dalam Denpasar, Jumat.

Dia menjelaskan perkembangan jalan pintas itu merupakan skema ketiga yang ia sebut paling ideal untuk memecah kemacetan.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan kemudian Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali menyebutkan desain jalan baru itu dari Pelabuhan Sanur tembus di tempat sekitar Banjar (Dusun) Tangtu, Kesiman Kertalangu, Denpasar.

Selain konstruksi jalan sepanjang enam kilometer itu, ada dua skema lain yang dimaksud menjadi opsi yakni skema pertama minimalis yakni jalan baru sepanjang satu kilometer kemudian memanfaatkan lahan kosong milik warga untuk dijadikan kantong parkir.

“Kalau pembebasan (lahan) biayanya mahal, kalau kerja serupa dengan masyarakat, kami tiada memikirkan pembebasan lahan,” imbuhnya.

Skema kedua, membangun jalan sepanjang sekitar tiga kilometer lalu membangun jembatan untuk mengurai kedapatan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Sanur.

Kepala Dinas PUPRKIM Bali Nusakti Yasa Wedha belum memberikan detail rencana anggaran yang mana dibutuhkan untuk membangun jalan baru itu oleh sebab itu masih dalam kajian kelayakan yang ditargetkan rampung akhir tahun 2023.

Namun, ia mengharapkan anggaran dapat ditunjang dari kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar, Pemprov Bali juga Pemerintah Pusat.

Saat ini, operasional Pelabuhan Sanur berada pada bawah pengelolaan Kantor Kesyahbandaran dan juga Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa, Denpasar.

Kepala KSOP Benoa Sadeli menjelaskan per hari aktivitas penumpang mencapai sekitar 12 ribu orang baik datang serta berangkat yang tersebut didominasi wisatawan mancanegara.

Pelabuhan yang digunakan berdiri pada atas seluas 7.460 meter persegi yang tersebut merupakan tanah hibah Pemkot Denpasar itu menghabiskan anggaran penyelenggaraan mencapai Rp395,3 miliar dari pemerintah pusat dengan durasi bangunan 11 Desember 2020-10 Februari 2023.

Sejak perdana mulai beroperasi pada November 2022 hingga 15 September 2023 pergerakan penumpang di tempat pelabuhan itu mencapai 2,75 jt orang.

Ada pun pergerakan kapal baik berangkat dan juga datang selama periode itu masing-masing mencapai 31.786 dan juga 32.311 pelayaran dengan pergerakan tertinggi terjadi pada Agustus 2023 mencapai sekitar 4.200 pelayaran masing-masing kapal berangkat kemudian datang.

Tingginya mobilitas warga itu kerap memicu kepadatan arus lalu hingga macet di area Jalan By Pass Ida Bagus Mantra mulai dari kawasan Patung Titi Banda Denpasar hingga akses masuk Pelabuhan Sanur di tempat Jalan Pantai Matahari Terbit Denpasar.

“Masalah utamanya akses menuju ke pelabuhan yang digunakan kami mohon ada perhatian lebih, baik pemerintah kota, provinsi kemudian pusat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *