PGN berkomitmen untuk menjaga kepuasan layanan gas bumi dengan menjaga keberlangsungan pasokan gas.

Jakarta – PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) bersama empat kontraktor kontrak kerja sejenis (KKKS) menandatangani perjanjian kerja sebanding dalam upaya meningkatkan ketahanan pasokan gas bumi nasional.

Keempat KKKS hal itu adalah Exxon Mobile Cepu Ltd (EMCL), Husky CNOOC Madura Ltd (HCML), anak perusahaan Petronas Malaysia, PC Ketapang II Ltd (PCK2L), serta PT Pertamina EP.

"PGN berkomitmen untuk menjaga kepuasan layanan gas bumi dengan menjaga keberlangsungan pasokan gas," kata Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko dalam keterangannya di dalam Jakarta, Jumat.

Penandatanganan perjanjian kerja identik yang dimaksud berlangsung dalam rangkaian IOG 4th 2023 di tempat Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat, itu dikerjakan Direktur Strategi lalu Pengembangan Bisnis PGN Harry Budi Sidharta bersama manajemen keempat KKKS, yang mana disaksikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak kemudian Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, manajemen utama KKKS, serta Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko

"Hari ini merupakan bentuk nyata milestone upaya PGN bersama stakeholder di area sektor upstream untuk menjaga komitmen pasokan secara berkelanjutan. Ketahanan pasokan gas bumi bernilai penting bagi seluruh segmen pelanggan maupun keberlanjutan industri gas bumi. Maka, PGN berupaya penuh agar ketahanan pasokan gas bumi ini terjaga serta berkomitmen pada prinsip GCG dalam pelaksanaan komersialisasi," ujar Arief.

PGN dan juga HCML menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan volume lima MMSCFD untuk 10 tahun dari lapangan 3M di dalam Jawa Timur.

Selain itu, PGN, melalui afiliasi PT Pertagas, juga menandatangani head of agreement (HoA) dengan EMCL untuk volume gas sebesar 14 MMSCFD selama 10 tahun, yang dimaksud akan memperkuat ketahanan pasokan di tempat Jawa Timur serta menjamin ketersediaan gas dalam jangka panjang.

Perjanjian lainnya adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PGN kemudian PCK2L untuk memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Ketapang ramp up 5–20 MMSCFD, yang digunakan mana volume itu akan disesuaikan dari hasil kajian evaluasi.

"PGN mempunyai kebutuhan gas bumi dalam tahun 2024 serta seterusnya dengan volume indikatif lima MMSCFD untuk kebutuhan industri serta kelistrikan di area wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, kemudian sekitarnya. Dari PCK2L menyampaikan bahwa terdapat peluang volume gas dari WK Ketapang yang dimaksud dapat dimanfaatkan oleh PGN. Oleh oleh sebab itu itu, PGN bermaksud memanfaatkan pasokan gas dari WK Ketapang dalam jangka panjang agar dapat dioptimalisasi oleh PGN," ungkap Direktur Strategi lalu Pengembangan Bisnis PGN Harry Budi Sidharta.

Selanjutnya, Harry menjelaskan bahwa pihaknya lalu PCK2L akan mengkaji lebih lanjut dalam mengenai pemanfaatan prospek gas bumi dari WK Ketapang untuk optimalisasi, peningkatan keandalan pasokan, serta pemenuhan gas PGN.

Terakhir, PJBG antara PGN dengan Pertamina EP, melalui Pertamina EP Medan, dengan volume pasokan sebesar 3,5-4 BBTUD.

Langkah itu menindaklanjuti kesepakatan bersama yang dimaksud sebelumnya ditandatangani PGN serta Pertamina EP serta untuk meningkatkan pasokan pada wilayah Sumatera Utara dan juga sekitarnya.

Dengan PJBG tersebut, PGN mempunyai keandalan pasokan untuk melayani pelanggan eksisting maupun memperluas layanan gas bumi di dalam Sumatera Utara.

"Kami sangat menyambut baik kerja identik dengan rekan-rekan upstream sebagai strategic partner PGN untuk ketahanan di tempat Jatim, Jateng, Sumatera Utara, dan juga sekitarnya. Optimisme kami juga tinggi bersama seluruh stakeholder upstream untuk meningkatkan kontribusi pada pemenuhan kebutuhan gas, khususnya dalam era transisi energi, sejalan dengan komitmen bersama untuk memberikan multiplier effect perekonomian juga ketahanan energi ramah lingkungan," imbuh Arief

Penandatanganan MoU, HoA, maupun PJBG yang diharapkan dapat menjaga supply chain gas bumi secara berkelanjutan.

"Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam mengoptimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik di area era transisi energi saat ini kemudian PGN sebagai Subholding Gas Pertamina siap mengemban amanah untuk melaksanakan peran strategis ini," jelas Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *